Senin, 29 Februari 2016

Kalijodo Lautan Api, Mirip Bandung Lautan Asmara, eh Api

Ini hanya celoteh miring dari saya, mungkin akan mengingat beberapa hal yang pernah terjadi sebelumnya. Hasilnya kocak atau gak nyambung saya gak peduli, masih ingat dengan peristiwa besar bandung lautan api ? lalu beberapa tahun kemudian muncul video tak kalah panas yang judulnya "bandung lautan asmara". Kini Kalijodo membara, berikut informasi selengkapnya :

Sebuah bangunan di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, dilalap api. Kobaran api membubung tinggi dari belakang Gereja Bethel Indonesia. Fajar (26) seorang saksi mata mengatakan. Kebakaran itu tak sampai 15 menit. Baca juga Rusun Menjadi Rumah Masa Depan Warga Kalijodo

"Awalnya api dari rumah kosong di belakang gereja, apinya cepat membakar dan membubung tinggi," ujar Fajar, di Kalijodo, Minggu (28/2/2016).

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, dan petugas kebakaran langsung berdatangan.

"Ada 3 unit mobil pemadam kebakaran yang tadi terlihat, tapi sekarang sudah padam," lanjut Fajar.


Kebakaran terjadi di Kalijodo, Jakarta Utara, Minggu (28/2/2016) malam. (twitter.com)
Rumah yang terbakar di Kalijodo, tepat berada di tengah permukiman warga. Bangunan itu sudah ditinggal para pemiliknya. Gak kalah seru Rumah Sendiri dibakar Gara-gara Ibunya Nikah lagi

Tak kurang dari 5 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke Kalijodo, kawasan yang akan segera digusur tersebut.

"Pukul 21.15 WIB, 5 unit mobil pemadam kebakaran pimpinan Bapak Sabar tiba di lokasi," ucap Kasudin Damkar Jakut Satriadi kepada Liputan6.com, Minggu malam.

Dia menjelaskan, kebakaran itu terjadi di salah satu rumah milik warga Kalijodo.

"Minggu 28 Februari 2016 pukul 20.45 WIB bertempat di kawasan lokalisasi Kalijodo, Penjagalan, Jakarta Utara telah terjadi kebakaran terhadap rumah Bapak Sidiq (38 tahun) 5 x 7 meter, RT 005 RW 05, Penjagalan, Jakarta Utara," papar Satriadi.

Kawasan Kalijodo bakal diratakan dengan tanah pada esok hari, Senin, 29 Februari 2016. Surat peringatan ketiga sudah ditempel di beberapa bangunan. Isinya, warga Kalijodo harus mengosongkan kediamannya sebelum sepatu lars dari aparat berderap esok pagi.

sumber : liputan6.com
Selengkapnya - Kalijodo Lautan Api, Mirip Bandung Lautan Asmara, eh Api

Rabu, 24 Februari 2016

Semoga Lancar, Proyek Percontohan di Bekasi Sampah Jadi Listrik

Berita Terkini - Setiap orang ingin lingkungan sekitar rumahnya bersih dan sehat. Guna mendapatkan lokasi untuk tempat tinggal idaman dambaan setiap orang di bekasi, pemerintah pusat diwakili oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan hibah berupa mesin pengolah sampah kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Berikut informasi lengkapnya :

Mesin jenis pirolisis tersebut diyakini mampu mengatasi persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng, yang telah melebihi kapasitas.

"Kami sebagai proyek percontohan," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bekasi Dody Agus Supriyanto, Minggu, 21 Februari 2016.

Menurut dia, mesin pengolah sampah sejenis incinerator tersebut bakal dipasang bulan depan oleh Kementerian. Proses pemasangannya membutuhkan waktu hingga 6 bulan. "Oktober sudah bisa diuji coba," kata Dody. Menurut dia, cara kerja mesin tersebut ialah mereduksi sampah di TPA Burangkeng. Kabar lainnya Rusun Menjadi Rumah Masa Depan Warga Kalijodo

Mesin itu berkapasitas hingga 100 ton sehari dan menghasilkan listrik sebanyak 1 megawatt. Jika sukses, mesin itu bakal dikembangkan, dan ditambah sesuai dengan kebutuhan. (Baca juga: YLKI Dukung Penerapan Kantong Plastik Berbayar)

Dody mengatakan, pada saat uji coba, pihaknya bakal dilatih oleh Kmenterian untuk mengoperasikannya. Karenanya, nanti pengolahan sampah di TPA Burangkeng dikelola sendiri tanpa melibatkan pihak swasta. "Bisa berbentuk badan usaha karena menghasilkan listrik yang dijual ke PLN," kata Dody.

Menurut dia, mesin tersebut akan dibangun dengan teknologi Zero Waste. Cara kerja mesin ini, membakar sampah yang dipadu dengan air sehingga proses pembakaran itu akan menghasilkan uap yang mampu menggerakkan turbin. "Gerakan dari turbin itulah yang  mampu menghasilkan listrik," kata Dody. Lihat juga kenapa di Cipete Jakarta Selatan ada rumah dijual fasilitas mewah sudah pakai sistem genset standby.

Dody pun memastikan mesin ini sangat ramah lingkungan karena proses pembakarannya di atas suhu 500 derajat Celcius. Dengan demikian, gas beracun berupa dioksin akan musnah bersama pembakaran sampah tersebut. (Baca juga: Uang Penjualan Kantong Plastik untuk Perbaikan Lingkungan)

Dia berujar, sistem ini diyakini mampu mengurangi tumpukan sampah yang terjadi di TPA Burangkeng. Sebab, menurut prediksinya, 1-2 tahun lagi, empat zona seluas 11 hektare TPA di sana akan melebihi kapasitas. Bahkan ketinggian gunungan sampah saat ini mencapai 20-25 meter.

Ia mengatakan produksi sampah warga Kabupaten Bekasi setiap hari mencapai 1.500 ton. Sedangkan yang bisa dibuang ke TPA hanya mencapai 750 ton karena keterbatasan lahan dan armada sampah yang jumlahnya hanya mencapai 76 unit. "Kami sedang berupaya memperluas TPA," tuturnya. "Tapi masih dalam kajian."

Kasubid Tata Ruang dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi Evi Mutia mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi rancangan tata ruang wilayah (RTRW) di wilayah setempat. Seusai evaluasi, kata dia, TPA bakal diperluas hingga 3 hektare. "TPA nanti bakal seluas 14 hektare," kata Evi. (Baca juga: Sampah di Indonesia Mencapai 64 Juta Ton Per Tahun)

sumber tempo.co
Selengkapnya - Semoga Lancar, Proyek Percontohan di Bekasi Sampah Jadi Listrik

Senin, 22 Februari 2016

Rusun Menjadi Rumah Masa Depan Warga Kalijodo

Siapa yang tidak mau untuk punya masa depan yang cerah, setiap orang berhak mendapatkannya. Tidak terkecuali warga asal Kalijodo (terkenal dengan tarip psk-nya) gemerlap dan keriuhan di Kalijodo hanya tinggal sejarah setelah AHOK mengumumkan rencana penertiban kawasan lokalisasi tersebut. Kini, warga eks Kalijodo bersiap mengisi rumah susun (rusun) yang telah disiapkan. Lihat juga konsep rumah masa depan yang ramah lingkungan.

Warga Kalijodo terbagi menjadi dua wilayah yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Mereka yang berada di Jakarta Utara akan direlokasi ke Rusun Marunda. Sedangkan zona Jakarta Barat warga kebagian dipindah ke Rusun Pulogebang.

Warga Kalijodo di Jakarta Barat sudah lebih dahulu berbenah dan pindah ke Rusun Pulogebang pada Jumat (19/2/2016) lalu. Sebanyak 37 warga dilepas oleh Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi.

Di Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, warga Kalijodo akan menempati Tower H dan Tower G. Dengan tinggi 5 lantai, bangunan bercat cokelat ini akan dihuni oleh 86 KK yang nantinya akan ditempatkan di setiap tower.

"Satu lantai terdiri dari 16 unit. Per unit, terdiri dari 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi, satu ruang tamu, dan balkon," ujar Kasubag Keuangan UPRS Pulogebang, Bonar Manik saat ditemui di lokasi.

Warga Kalijodo yang akan menghuni rusun tersebut nantinya akan diberikan subsidi berupa sewa gratis unit selama 3 bulan. Namun setelah itu mereka akan membayar sewa unit dengan kisaran Rp 187 ribu hingga Rp 281 ribu.

Penghuni rusun juga mendapat fasilitas 2 feeder busway, yang akan berhenti di setiap halte TransJ yang dituju. Feeder busway itu nantinya akan berkeliling Pulogebang dan rusun Pinus Elok, dari pukul 04.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Ada pula PAUD, Posyandu, lapangan futsal, hingga puluhan kios.

Lalu, bagaimana dengan Rusun Marunda di Cilincing? Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengatakan 201 KK warga Kalijodo yang akan menempati Rusun Marunda. Ia meminta warga tak saling berebut kunci unit karena dipastikan unit rusun sudah siap menampung warga.

"Target 201 KK, unit yang kosong masih ada 350 unit, jadi masih cukup. Yang penting jangan lagi mereka diintimidasi, dijanjikan tidak akan digusur, ditakut-takuti. Saya janji akan mengurus masyarakat di sana dalam konteks relokasi. Pemilik kafe yang mau bertahan saya nggak urus deh," ujarnya.

Rustam melepas kepindahan rombongan 80 KK warga Kalijodo pada Minggu (21/2/2016). Warga diantarkan ke Rusun Marunda menggunakan 5 bus penumpang dan dua truk angkut barang milik Satpol PP.

Warga nantinya harus membayar sewa satu unit rusun sebesar Rp 300.000 per bulan. Salah satu warga bernama Nur, mengaku tidak keberatan karena akan lebih nyaman tinggal di rusun.

"Rusunnya enak, nyaman, lingkungannya juga bagus, katanya sewanya Rp 300 ribu per bulan. Saya enggak apa-apa pindah. Asalkan saya dikasih usaha nggak apa-apa bayar. Lingkungannya baik ya buat anak-anak, saya kan sudah bercucu" ujar Nur.

Pemkot Jakut dipastikan Rustam akan mengurus semua kebutuhan warga yang telah pindah. Warga yang menganggur dijanjikan akan disalurkan untuk menjadi pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Petugas Pelayanan Terpadu Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

sumber detik.com
Selengkapnya - Rusun Menjadi Rumah Masa Depan Warga Kalijodo

Kamis, 04 Februari 2016

Rumah Dijual Fasilitas Mewah Genset Standby di Cipete, Jakarta Selatan

Yang cari rumah, berikut ada hunian mewah dijual lokasi Cipete, Jakarta Selatan.

rumah dijual

Spesifikasi Rumah :

  • Luas Bangunan: 1.400,00 m²
  • Luas Tanah: 1.000,00 m²
  • Kamar Tidur: 5
  • Kamar Mandi: 5
  • SHM & IMB 2
  • Listrik: 33.000 watt. 
  • Garage: 2 mobil 
  • Full AC.
  • Dapur bersih & kotor.
  • Rumah ini dilengkapi dengan GENSET KOHLER buatan Amerika yg menggunakan bahan bakar LPG. Genset ini akan otomatis hidup 4 detik ketika aliran listrik PLN mati. Dan otomatis akan mati setelah listrik PLN normal kembali. Jadi tidak usah sewa genset atau beli.
  • Sumber air siap minum, pompa dengan kedalaman 54 meter.
  • Air panas dengan Solar System

Cari Rumah Dijual Lainnya :

Selengkapnya - Rumah Dijual Fasilitas Mewah Genset Standby di Cipete, Jakarta Selatan